Hanson Internasional ditagih Nasabah

Hanson Internasional
Follow and Share Us :
Vinkmag ad

Media Berita Online – Jakarta

PT Hanson International Tbk saat ini tengah menghadapi permasalahan keuangan.

Para nasabah surat utangnya yang juga bersifat pinjaman individu ramai-ramai menagih kembali uangnya.

Informasi itu tersiar melalui beredarnya video pertemuan nasabah di Surabaya pada Desember 2019 lalu.

Dalam video itu terlihat beberapa nasabah kesal dan meminta uangnya dikembalikan.

Kuasa hukum Hanson International dan juga si Direktur Utama Benny Tjokrosaputro, Bob Hasan membenarkan video itu.

Kebetulan dia juga ada dalam pertemuan itu sebagai perwakilan perusahaan untuk melakukan mediasi.

“Memang saya keliling ke Lombok, Surabaya, Yogyakarta, Solo, Bali.

Untuk menyampaikan kepada para nasabah atau mitranya Hanson bahwa uang mereka tidak hilang,” terangnya kepada detikcom, Selasa (7/1/2020).

Ditagih Nasabah, Hanson Internasional Ngaku Nggak Punya Duit

Bob menjelaskan, dirinya melakukan roadshow untuk menenangkan nasabah Hanson.

Sebab sejak adanya berita tentang Satgas Waspada Investasi yang meminta kegiatan investasi Hanson dihentikan, banyak nasabahnya yang panik dan terjadi rush besar-besaran.

“Ini kan akibat dari gagal bayar, artinya penindakan dari Satgas Waspada Investasi untuk segera menghentikan kegiatan, sehingga timbul rush besar-besaran.

Nah akibat ini lah untuk menciptakan suasana kepercayaan kembali, saya roadshow dan sampaikan bapak ibu hak-haknya tidak pernah hilang,” tambahnya.

Rush sendiri merupakan kondisi penarikan dana besar-besaran dalam waktu yang hampir bersamaan.

Kondisi itu biasanya muncul lantaran adanya suatu kabar yang membuat nasabah khawatir atas keamanan dananya.

Bob mengakui sejak berita itu muncul pada Oktober 2019 terjadi penarikan dana besar-besaran pada Oktober dan November 2019.

Kebanyakan yang menarik dana adalah nasabah korporasi dengan jumlah yang besar. Alhasil pada Desember 2019 uang kas perusahaan benar-benar kering.

Baca Lainnya :  Produsen Susu Terbesar Bangkrut

“Sampai 3-4 Desember sudah tidak ada kemampuan membayar bunga sekalipun.

Karena ada rush di bulan November dan Oktober, dan rush-nya itu dari korporasi yang besar-besar. Hitungan itu saya tidak tahu persis, besarlah, sampai triliunan kalau nggak salah,” ucap Bob.

Kas Kering, Hanson Tawarkan Ganti Dana Nasabah dengan Tanah Kavling

Oleh karena itu, Bob keliling ke beberapa kota untuk bertemu dengan nasabah Hanson guna melakukan mediasi.

Tujuannya untuk menenangkan nasabah dan memberikan kepercayaan bahwa perusahaan akan bertanggung jawab.

Namun sebagian dari nasabah tetap bersikeras meminta uangnya dikembalikan.

“Ke depan tetap kita berupaya meyakini nasabah dan upaya pencapaian cashflow.

Karena kan ada uang yang hanya Rp 100 juta. Tapi itu sudah kami listing sudah ada prioritas apalagi ada nasabah yang sakit.

Tapi saat ini upaya cashflow masih belum dapat. Sampai saat ini pun belum ada cashflow,” tutupnya.

PT Hanson International Tbk menawarkan 2 pilihan kepada nasabahnya yang meminta pengembalian. Salah satunya ditukar dengan tanah kavling.

Hanson International sebelumnya menawarkan investasi berupa surat utang yang juga bersifat pinjaman individu.

Perusahaan menawarkan bunga sekitar 10-11% per tahun.

Namun pada Oktober 2019 ramai berita tentang Satgas Waspada Investasi yang meminta kegiatan investasi Hanson dihentikan lantaran tak berizin.

Alhasil banyak nasabahnya yang panik dan terjadi penarikan dana besar-besaran.

Kuasa hukum Hanson International dan juga si Direktur Utama Benny Tjokrosaputro, Bob Hasan diberi tugas perusahaan melakukan mediasi dan menenangkan para nasabahnya.

Perusahaan menawarkan 2 pilihan bagi nasabahnya yang tetap ingin uangnya dikembalikan.

Pertama, restrukturisasi utang. Perusahaan akan mencicil pembayaran utang kepada nasabah beserta bunganya dengan dicicil selama 4 tahun.

“Pertama adalah berapa uang bapak ibu kita restruktur selama 4 tahun, pembayaran bunga dengan klasifikasi tertentu, secara berkala,” terangnya kepada detikcom, Selasa (7/1/2020).

Baca Lainnya :  APBN 2019 Masih Tekor

Pilihan kedua penyelesaian settlement aset. Nasabah ditawari menukarkan dananya menjadi aset fisik.

Aset yang ditawarkan perusahaan berupa tanah kavling di lokasi proyek yang dimiliki Hanson. Tentunya sesuai dengan jumlah dana yang ditempatkan.

“Karena Hanson International bisnis utamanya properti, maka settlement aset yang ditawarkan,” tambahnya.

Kunjungi Media Sosial Media Berita Online di Facebook Media Berita Online dan Twitter Portal Media Berita Online. Untuk Promosi Advertsing Iklan anda Chat di Whatsapp Official kami 0859 5155 2226

0 Reviews

Write a Review

administrator

Read Previous

Telkom Buka Blokir Netflix

Read Next

Jembatan Kuno Viral di Puncak