NEW!Kunjungi dan Dapatkan Diskon Voucher Kategori Hosting dan DomainRead More
Kesehatan

Beda Chemsex dengan Viagra

1 Mins read

Media Berita Online – Jakarta

Reynhard Sinaga dihukum seumur hidup di Inggris karena tuduhan memperkosa puluhan pria.

Dalam melancarkan aksinya Reynhard disebut membius korbannya dengan obat penenang jenis gamma-hydroxybutyrate (GHB) yang kerap disebut dengan nama lain G atau chemsex.

Diikutip dari jurnal The British Medical Journal (BMJ), chemsex sendiri adalah istilah untuk mendeskripsikan aktivitas penggunaan obat-obatan psikoaktif saat berhubungan seksual.

Biasanya obat dikonsumsi untuk memfasilitasi sesi seks jangka panjang selama beberapa jam hingga harian.

Disebut dalam Kasus Reynhard Sinaga, Apa Bedanya ‘Chemsex’ dengan Viagra?

Lalu apa bedanya chemsex dengan obat yang mungkin juga biasa dikonsumsi sebelum bercinta seperti Viagra?

Menurut seksolog Profesor Dr dr Wimpie Pangkahila SpAnd, FAACS, keduanya berbeda bisa dilihat dari kerja dan efek yang ditimbulkan.

Chemsex bekerja dengan mempengaruhi kesadaran sementara Viagra bekerja dengan melancarkan aliran darah sehingga ereksi bisa lebih keras.

“Bedalah. Kalau obat seperti Viagra kan obat keras untuk membantu agar ereksinya bagus.

Kalau narkotik kan orang jadi setengah sadar, gak normal,” kata Prof Wimpie pada detikcom, Selasa (7/1/2020).

Viagra bisa diresepkan dokter untuk membantu masalah disfungsi ereksi sementara chemsex sama sekali tidak direkomendasikan.

The BMJ menyebut tren chemsex jadi masalah kesehatan yang harus diprioritaskan.

Ini Bahaya Penyalahgunaan ‘Chemsex’

“Ini adalah obat yang menimbulkan dampak besar ketika orang-orang di luar sana mencoba menggunakannya untuk bersenang-senang.

Jika mengambil satu tetes ekstra dari GHB, maka 20 menit kemudian, Anda akan tidak sadarkan diri,” katanya dikutip dari BBC.

Euforia, peningkatan gairah seks, dan ketenakan dilaporkan menjadi efek dari penyalahgunaaan GHB.

Obat ini juga memiliki potensi adiktif jika digunakan berulang. Efek penarikan dapat termasuk insomnia, kecemasan, dan tremor.

READ  Virus Misterius Pneumonia Mewabah

Overdosis cairan G sangat mudah terjadi apabila dicampur obat atau alkohol.

Seseorang akan menderita kejang-kejang, tidak fokus, kehilangan kesadaran, bahkan berhenti bernapas.

Dosis tinggi bahkan tanpa dicampur dengan zat apapun dapat menyebabkan koma, depresi, gangguan pernapasan dan kematian mendadak.

Kunjungi Media Sosial Media Berita Online di Facebook Media Berita Online dan Twitter Portal Media Berita Online. Untuk Promosi Advertsing Iklan anda Chat di Whatsapp Official kami 0859 5155 2226

Related posts
Kesehatan

Virus Misterius Pneumonia Mewabah

2 Mins read
Media Berita Online – Jakarta Pihak berwenang China melakukan penyelidikan atas kasus wabah pneumonia atau infeksi paru-paru misterius yang telah menginfeksi puluhan…
Kesehatan

Bismo Raih Gelar Doktor Kriminolog

2 Mins read
Media Berita Online – Jakarta Prensentasi peredaran obat palsu di Indonesia mencapai 25%. Angka tersebut ekuivalen USD2 miliar dari total presentase bisnis…
Kesehatan

Makanan Bikin Gigi Patah

3 Mins read
Media Berita Online – Jakarta Popcorn hingga nasi Padang dinilai dapat membuat gigi patah. Padahal makanan tersebut kelihatannya biasa dan tidak seperti…