Beda Sosiopat Vs Psikopat

Beda Sosiopat dan Psikopat
Follow and Share Us :
Vinkmag ad

Media Berita Online – Jakarta

Dalam proses pemeriksaan, ada beberapa penyidik yang ditugaskan untuk menyelidiki kasus Reynhard Sinaga.

Salah satu penyidik menyebut Reynhard seorang sosiopat.

“Dia seorang sosiopat. Dalam setiap interogasi, dia selalu menjawab ‘no comment’.

Dia tidak menunjukkan penyesalan, tidak menunjukkan rasa bersalah, tidak punya empati, tidak menunjukkan simpati,” sebut salah satu penyidik yang tidak bisa disebut namanya.

Tetapi, seorang penyidik senior bernama Inspektur Detektif Zed Ali, menjuluki Reynhard sebagai seorang psikopat.

Dikaitkan dengan Reynhard Sinaga, Ini Bedanya Sosiopat Vs Psikopat

“Saya meyakini dia seorang psikopat sampai-sampai dia meyakinkan dirinya sendiri bahwa apa yang dilakukannya tidak salah,”

sebut seorang penyidik senior dalam kasus ini, Inspektur Detektif Zed Ali, seperti dilansir Manchester Evening News, Selasa (7/1/2020).

Meskipun julukannya berbeda, keduanya tidak memiliki perbedaan klinis.

Istilah ini biasa digunakan untuk orang yang memiliki gangguan kepribadian antisosial (ASPD).

Supaya tahu, berikut perbedaannya seperti dikutip dari WebMd.

1. Hati nurani

Seorang psikolog di Pusat Perawatan Kesehatan Mental Sacramento, dr L Michael Tompkins, EdD mengatakan hati nurani merupakan suara yang ada di dalam diri,

untuk membuat kita sadar apa yang dilakukan itu benar atau salah.

Orang sosiopat ataupun psikopat sama-sama kurang empati pada orang lain.

Orang sosiopat biasanya memiliki hati nurani, namun lemah.

Dia mungkin tahu saat melakukan suatu tindakan kalau itu salah dan merasa menyesal.

Tapi, perasaan itu tidak menghentikan perilakunya.

Sementara, orang psikopat tidak punya hati nurani.

Orang itu akan melakukan tindakan yang salah, menutupinya dengan kebohongan, dan mungkin pura-pura tidak tahu.

Dia hanya memikirkan keuntungan dan kesenangannya sendiri, serta senang melihat orang lain susah karenanya.

Baca Lainnya :  Virus Misterius Pneumonia Mewabah

2. Menggunakan kekerasan

Orang sosiopat bisa melakukan kekerasan pada orang lain, tapi bisa juga tidak untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan.

Mereka bisa memanipulasi atau melakukan perilaku sembrono untuk mencapai tujuannya.

Sedangkan psikopat, orang itu tidak segan melakukan kekerasan untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan.

Bahkan kebanyakan orang psikopat bisa membunuh atau mencelakai orang lain lebih kejam atau egois.

3. Pola pikir

Orang yang sosiopat tidak bisa mengontrol pola pikir bahkan emosinya sendiri.

Ia lebih tertarik pada dirinya sendiri dibandingkan orang lain.

Sosiopat juga disebut sebagai ‘berkepala panas’, mereka suka bertindak tanpa memikirkan respons dari orang lain.

Sementara psikopat disebut ‘berhati dingin’. Dalam melancarkan aksinya, mereka akan sangat hati-hati dan terencana dengan baik.

Bahkan bisa melakukan aksi tanpa diketahui bahwa dialah pelakunya. Sangat pintar bukan?

4. Perbedaan otak

Sebuah penelitian terbaru menunjukkan, otak dari psikopat tidak sama dengan orang lainnya.

Perbedaan tersebut terdapat pada fungsi dasarnya ke tubuh.

Misalnya, saat banyak orang melihat darah umumnya jantung dan napas akan bergerak lebih cepat hingga telapak tangan berkeringat.

Tapi, pada psikopat reaksinya akan sebaliknya.

Dia menjadi lebih tenang dan tidak takut saat terlibat dalam perilaku yang berisiko.

Mereka juga tidak takut konsekuensi yang akan ditanggungnya.

Sementara pada sosiopat, kinerja otaknya hampir sama dengan orang pada umumnya.

Masih memiliki rasa takut atau khawatir terhadap sesuatu.

Kunjungi Media Sosial Media Berita Online di Facebook Media Berita Online dan Twitter Portal Media Berita Online. Untuk Promosi Advertsing Iklan anda Chat di Whatsapp Official kami 0859 5155 2226

0 Reviews

administrator

Read Previous

Pantai Indah Indonesia buat Liburan

Read Next

Beda Chemsex dengan Viagra