Australia Jalankan Operasi Rock Wallaby

Australia Jalankan Operasi Rock Wallaby
Follow and Share Us :
Vinkmag ad

Media Berita Online – Jakarta

Pemerintah Australia menjalankan Operasi Rock Wallaby demi menyelamatkan hewan langka agar tidak punah

akibat terdampak kebakaran hutan semak yang sudah melanda negara itu sejak September 2019.

Mengutip 9 News, Senin (13/1/2020) operasi Rock Wallaby adalah mengirimkan makanan dari helikopter terhadap populasi walabi batu ekor sikat yang terkena dampak kebakaran.

Negara Bagian New South Wales (NSW), salah satu wilayah yang paling terdampak kebakaran hutan sudah mengirimkan ribuan kilogram ubi dan wortel untuk populasi walabi.

Australia Jalankan Operasi Rock Wallaby Demi Selamatkan Hewan Langka

Satwa Walabi sekilas mirip dengan kangguru, namun spesies jenis marsupial ini memiliki kaki yang lebih pendek.

“Para walabi biasanya selamat dari kebakaran, tetapi terlantar akibat sumber makanan hilang imbas kebakaran membakar habitat mereka,”

kata Menteri Energi dan Lingkungan NSW, Matt Kean.

Penyebaran Operasi Rock Wallaby mencakup Kangaroo Valley, Lembah Capertee dan Wolgan, serta Taman Nasional Yengo, Jenolan, Sungai Liar Oxley, dan Curracubundi.

Walabi batu ekor sikat di NSW, pernah diburu karena dianggap sebagai hama oleh warga lokal.

Populasi mereka juga terancam oleh binatang buas dan hilangnya habitat.

Kondisi kekeringan yang memburuk pada 2019 membuat populasi Walabi menurun drastis.

Upaya untuk menyelamatkan sebanyak mungkin hewan sedang dilakukan di Australia, termasuk di Pulau Kanguru, Australia Selatan,

di mana kebakaran telah menghancurkan lebih dari 215.000 hektare.

Bahkan dokter hewan Garnett Hall mengatakan kepada ABC, ada sekitar 30.000 koala mati akibat kebakaran semak.

Selain Walabi dan koala, kebakaran hutan semak Australia juga membuat kekhawatiran terhadap populasi dunnart, dan kakatua hitam.

Setengah Miliar Hewan Diperkirakan Mati Akibat Kebakaran Hutan Australia

Ahli ekologi di Australia memperkirakan hampir setengah miliar hewan, termasuk reptil, mamalia dan burung telah mati dalam kebakaran yang melanda negara itu sejak September 2019.

Baca Lainnya :  Turnamen Esports Free Fire Master League

Jumlah itu bahkan kemungkinan diperkirakan lebih tinggi karena kebakaran yang menghanguskan sebagian wilayah Victoria dan Pantai Selatan New South Wales (NSW) dalam beberapa hari terakhir.

“Kebakaran telah membakar sangat panas dan begitu cepat sehingga ada kematian hewan yang signifikan di pohon-pohon,

tetapi ada daerah yang begitu besar sekarang yang masih terbakar, sehingga kita mungkin tidak akan pernah menemukan mayatnya,”

kata Ahli Ekologi dari Dewan Konservasi Alam Sydney, Mark Graham sebagaimana dikutip Sputnik, Jumat (3/1/2020).

Hewan-hewan yang mati dalam kebakaran termasuk kanguru, koala, walabi, possum, wombat dan echidna.

Koala Korban Kebakaran Hutan Australia Disuntik Mati karena Terluka Parah

Laporan Reuters mengutip beberapa pejabat Australia memperkirakan bahwa 30 persen dari satu koloni koala di pantai timur laut negara itu telah mati dalam kebakaran.

Koala menjadi hewan yang paling terpengaruh oleh kebakaran hutan karena mereka bergerak lambat dan memakan daun dari pohon eucalyptus, yang sangat mudah terbakar.

Australia telah menghadapi ratusan kebakaran hutan sejak September, menyebabkan kondisi udara yang sangat berbahaya, terutama di bagian timur dan barat daya Sydney.

Kondisi yang sangat berbahaya diperkirakan akan terjadi pada akhir pekan ini, dengan ramalan cuaca memperkirakan suhu mencapai lebih dari 40 derajat Celcius pada Sabtu.

Pemerintah NSW telah menyatakan keadaan darurat, yang akan mulai berlaku Jumat pagi.

Menurut penilaian dampak terbaru oleh Dinas Pemadam Kebakaran Pedesaan NSW, lebih dari 1.200 rumah telah hancur akibat kebakaran sejak September.

Kebakaran juga telah menyebabkan sedikitnya delapan orang tewas, 17 lainnya masih hilang, dan puluhan ribu orang terpaksa mengungsi di pantai Australia.

Kunjungi Media Sosial Media Berita Online di Facebook Media Berita Online dan Twitter Portal Media Berita Online. Untuk Promosi Advertsing Iklan anda Chat di Whatsapp Official kami 0859 5155 2226

Write a Review

administrator

Read Previous

Virus Misterius Pneumonia Mewabah

Read Next

Miliuner Jepang Cari Jodoh