Bermedsos Setahun Bisa Untuk Membaca 200 Buku

Bermedsos Setahun Bisa Untuk Membaca 200 Buku
Follow and Share Us :
Vinkmag ad

Media Berita Online – Jakarta

Pertanyaan ini terlahir dari sebuah artikel yang berjudul, “In the time you spend on social media each year, you could read 200 books.”

Artikel yang cukup menarik dan menantang. Artikel ini ditulis oleh Charles Chu dan dimuat di majalah online “Quartz” edisi 29 Januari 2017.

Benarkah Waktu Bermedsos Selama Setahun Bisa Digunakan untuk Membaca 200 Buku?

Latar belakang tulisan ini bermula dari inspirasi kehidupan salah seorang “kutu buku” terkenal dan pebisnis sukses di dunia, Warren Buffet.

Konon kabarnya, Warren Buffet menghabiskan waktu dengan membaca 500 halaman per hari.

Di balik kesibukannya sebagai pebisnis, Warrne Buffet masih menyisihkan waktunya untuk membaca.

Bahkan kebiasaan membacanya itulah yang memberikan banyak manfaat bagi Warren Buffet dalam mengembangkan usaha bisnisnya.

Kemudian, seorang penulis Charles Chu, mempraktikkan apa yang dihidupi oleh Warren Buffet dalam keseharian hidupnya.

Charles mulai melakukan kalkulasi perbandingan antara waktu yang dipakai untuk menonton TV dan bermain di medsos.

Lalu waktu yang sama dipakai untuk membaca buku.

Jadi, menurut Charles Chu membaca 200 buku setahun bukanlah sesuatu yang mustahil asalkan waktu yang terbuang untuk hal-hal yang tidak berguna sungguh-sungguh dipakai untuk membaca.

Seperti misal, waktu bermedsos diminimalisir dan waktu tersebut dipakai untuk membaca buku.

Meski artikel itu ditulis dua tahun lalu, tulisan itu masih mempunyai relevansinya untuk konteks saat ini.

Apalagi kita sedang memasuki tahun baru, 2020. Pastinya kita mempunyai banyak niat dan harapan.

Pertama-tama, artikel dari Charles Chu ini memberikan relevansi untuk memaknai waktu yang kita miliki.

Apalagi kita baru memasuki tahun baru 2020.

Baca Lainnya :  Turnamen Esports Free Fire Master League

Tentunya, di awal tahun ini kita membuat aneka resolusi, rencana dan program hidup untuk satu tahun ke depan.

Di balik setiap resolusi dan program itu, kita ingin memaknai waktu sebagai bagian yang terpenting dari hidup kita.

Secara umum kita tidak mau kalau waktu kita terbuang sia-sia. Waktu mesti dimanfaatkan untuk pertumbuhan dan perkembangan diri kita sendiri.

Pemanfaatan waktu itu salah satunya bisa dilakukan dengan menulis dan membaca.

Relevansi lain dari artikel Charles Chu ini untuk menggugah dan memperbaiki kebiasan hidup kita yang sudah digerus oleh arus media dan teknologi.

Prinsipnya, media dan teknologi tercipta untuk membantu kehidupan kita manusia.

Namun realitas menunjukkan kalau manusia dibelenggu oleh media dan teknologi hingga tidak lagi memaknai waktu sebagai kesempatan untuk memaknai hidup.

Dengan kata lain, media dan teknologi mengontrol waktu kehidupan manusia.

Untuk mengevalusi kesahihan tulisan menarik ini, kita pun mesti melihat dan mengevaluasi kebiasaan kita dalam bermedsos setiap hari.

Pertanyaan paling mendasar adalah berapa menit atau jam kita berselancar di medsos selama sehari?

Mungkin konteks medsos terlalu sempit. Kita mungkin melihat konteks yang lebih luas, yakni penggunaan handphone.

Betapa tidak, kemajuan handphone dewasa ini memungkinkan kita untuk melakukan banyak aktivitas.

Selain bermedsos, handphone juga dipakai untuk bermain game dan aktivitas yang memberikan kesenangan tertentu.

Saya sering kali melihat anak-anak usia remaja yang duduk sendirian di pinggir rumah dan sibuk bermain game dengan handphonenya.

Mereka akan berhenti kalau mereka sudah merasa lapar atau ada orang yang membutuhkan mereka.

Kejenuhan bermain game di handphone sangat minim terjadi.

Yang terjadi malah efek ketergantungan yang sangatlah tinggi dan kerap sulit terkontrol.

Baca Lainnya :  Kolektor Botol Coca-Cola Habiskan Rp 515 Juta

Saya kira efek ketergantungan pada penggunaan medsos juga hampir serupa dengan penggunaan handphone untuk bermain game.

Dalam pengalaman saya mengatakan kalau penggunaan medsos kerap membuat raga dan pikiran seolah tidak sadar dengan waktu yang terpakai.

Waktu terasa berjalan cepat di balik jari jemari yang berselencar di aneka platform media sosial.

Misalkan, tidak jarang terjadi ada satu atau dua jam yang terbuang karena berselencar di media sosial.

Bagaimana kalau waktu yang sama ini dipakai untuk membaca buku. Entah berapa halaman dari buku yang bisa dikonsumsi.

Lebih jauh, kalau kebiasaan ini dibuat selama sepekan, sebulan hingga setahun. Pastinya, ada banyak buku yang terbaca.

Jadinya, hipotesis kalau membaca 200 buku selama setahun bukan isapan jempol atau mustahil.

Hemat saya, penggunaan medsos mesti mendapat porsi yang jelas. Penggunaan medsos tidak boleh mendominasi waktu kita setiap hari.

Kita memasuki tahun baru 2020. Tantangan bagi kita adalah memaknai waktu kita dengan hal-hal yang berguna.

Membaca buku adalah salah satu hal bermakna yang bisa memperluas wawasan dan cakrawala kita berpikir. Bayangkan kalau waktu yang kita habiskan untuk medsos kita pakai untuk membaca.

Tentunya, hal ini memberikan dampak yang luar biasa bagi perkembangan dan pertumbuhan kepribadian kita.

Kunjungi Media Sosial Media Berita Online di Facebook Media Berita Online dan Twitter Portal Media Berita Online. Untuk Promosi Advertsing Iklan anda Chat di Whatsapp Official kami 0859 5155 2226

0 Reviews

Write a Review

administrator

Read Previous

HTC 10 Evo First Impressions

Read Next

Layanan Streaming IndoXXI Resmi Tutup