Reynhard Sinaga Predator Seks

Follow and Share Us :

Media Berita Online – Jakarta

Reynhard Sinaga, pria Indonesia yang memperkosa puluhan pria di Manchester, Inggris, tercatat sebagai warga Kota Depok.

Pria berusia 36 tahun itu masih memegang KTP Depok, Jawa Barat.

Reynhard Sinaga Si Predator Seks di Inggris Masih Ber-KTP Depok

“Iya betul penduduk Depok,” ujar Kasie Identitas Disdukcapil Depok, Jaka Susanta, saat dimintai konfirmasi oleh detikcom, Selasa (7/1/2020).

Jaka enggan memberikan informasi lebih lanjut terkait kependudukan Reynhard.

Namun, Jaka menyebut bahwa Reynhard sudah lama tercatat sebagai warga Kota Depok, Jawa Barat.

“Saya kurang tahu pastinya, yang jelas sudah lama lah di Depok.

Saya enggak ngecek sampai detailnya, tapi yang jelas masih warga Depok,” tuturnya.

Berdasarkan penelusuran detikcom, Reynhard beralamat tinggal di Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoranmas, Kota Depok. Orang tua Reynhard juga cukup berada.

Seperti dilansir Associated Press, Senin (6/1), Reynhard, yang diadili di Pengadilan Manchester, secara meyakinkan divonis bersalah atas pemerkosaan terhadap 48 pria.

Namun pihak berwenang Inggris memiliki bukti bahwa ada 195 video kekerasan seksual yang dilakukan oleh pria 36 tahun itu. Indikasinya, seorang korban diperkosa berkali-kali.

Modus Reynhard, yang berstatus WNI, adalah menawarkan apartemen untuk menginap bagi pria muda yang mabuk.

Di apartemen itulah kemudian Reynhard memperkosa korban-korbannya. Aksi keji itu bahkan direkam.

Reynhard tiba di Inggris dengan visa pelajar pada 2007.

Dia sudah menyandang dua gelar dalam bidang sosiologi dari Universitas Manchester.

Pada 2017 saat dia ditangkap, Reynhard sedang menempuh pendidikan doktoral atau PhD di Universitas Leeds.

Reynhard juga tercatat sebagai alumni Universtitas Indonesia.

Namun, Kepala Humas dan KIP UI Rifelly Dewi Astuti meminta agar perbuatan Reynhard tidak dikaitkan dengan status alumni Universitas Indonesia.

Baca :  Liputan6 Dicatut Kepentingan Hoaks

“Bahwa meski yang bersangkutan alumni Universitas Indonesia, perbuatannya sama sekali tidak terkait dengan statusnya sebagai alumni Universitas Indonesia,” kata Rifelly Dewi Astuti dalam keterangan kepada detikcom, Selasa (7/1/2020).

Universitas Indonesia mengutuk perbuatan Reynhard, sekaligus ikut prihatin atas peristiwa dengan yang dialami para korban.

Perbuatan Reynhard dinilai bertentangan dengan hukum dan kemanusiaan.

Sementara Rifelly menyatakan UI menghormati putusan pengadilan tersebut.

Ia menambahkan, UI sebagai lembaga pendidikan tetap berkomitmen melaksanakan tugas pengajaran dan pendidikan utamanya mendidik generasi muda yang berintelektualitas tinggi dan berbudi luhur selaku penerus bangsa.

 

Kunjungi Media Sosial Media Berita Online di Facebook Media Berita Online dan Twitter Portal Media Berita Online. Untuk Promosi Advertsing Iklan anda Chat di Whatsapp Official kami 0859 5155 2226

0 Reviews

Write a Review

Vinkmag ad

administrator

Read Previous

e-Tilang di Surabaya Diberlakukan

Read Next

Pawang Hujan BPPT Banyuwangi

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *